PANTUN MALU-MALU
Buat DB
Rumah besar dari kayu
malamnya hangat siangnya teduh
Berdua saja kita sejak dulu
bertahan nikmat dari galau gaduh
Berdua saja kita sejak dulu
larut dalam gending dan degung
Merenda usia di ujung waktu
melecut nasib di dinding jantung
Merenda usia di ujung waktu
dalam gelak jenaka menepis sendu
Jangan bikin duka sempat berlabuh
hapuslah raut wajah dari hangat peluh
Jangan bikin duka sempat berlabuh
meski tungku sering menunggu api
Jangan biarkan muka sempat tak acuh
meski dompet suka protes minta diisi
Jangan biarkan muka sempat tak acuh
kubelai rambutmu tergirai di bahu
Kenang cumbu rayu basi masa lalu
asmara kita bak cinta remaja malu-malu
Jakarta, 27-30 Januari 2005


Komentar terakhir
Saya sangat mengharapkan komentar kawan-kawan.
Matur sembah nuwun. Pertama karena sud
Pu
Tak terbayang di b