SEKUNTUM ZAHRAH DARI LAUT MERAH
/Budiman S. Hartoyo
Sekuntum zahrah dari pesisir Laut Merah
merekah di tubir selimut kiswah
Bayang telaga di bening ranum matamu
gelisah berpendar di balik cadar hitammu
Terkantuk duduk letih terkulai
bayang fajar kazib berkelebat
Gamang mengais butir tasbih putus berderai
risau sekejap, abaya nyaris tersingkap
Gerangan apa menggoda i’tikafmu dinihari
kelopak sembab dalam desah terisak
Gerangan siapa menggugat tafakurmu di ujung Isya
Ketika sayup bergaung Waidza sa-alaka ‘ibadi ‘annni...
Sekuntum zahrah terhenyak di ambang Bab al-Marwah
nafas terengah, wajah tengadah menggapai Ka’bah
Memungut tasbih berhamburan, Anti bergegas dalam sa’i
meneguk Zamzam penghabisan, tiada lagi sepi
Sekuntum zahrah dari pesisir Laut Merah
adakah kantuk tersisa saat azan menggugah Tanah Haram
Siapa menuntunmu tawaf di orbit Bait Allah
sebelum sempat kupandang bening wajahmu di fajar temaram
(1992)


Komentar terakhir
Saya sangat mengharapkan komentar kawan-kawan.
Matur sembah nuwun. Pertama karena sud
Pu
Tak terbayang di b