DI JAKARTA ENGKAU DI MANA AKU DI MANA
/ Budiman S. Hartoyo
pagi itu selepas hujan di lorong becek depan deretan gubuk beratap rumbia di bawah jembatan engkau bersijingkat mencariku di mana jejakku sejak kemarin dulu pagi itu sebelum sarapan aku mengangkat telapak tangan kananku di dahi menengadah menatap jendela ketiga tingkat ke duabelas gedung di belakang patung buruk itu lalu bingung menumpang lift lalu menduga barangkali sebentar lagi engkau turun menemuiku lalu mengerti siapa aku padahal aku belum pernah mendengar namamu engkau tak pernah menyimpan kartu namaku
di by pass aku melihatmu melintas ketika kukebut sepeda motorku tak lagi sempat mengoper persneling dan menginjak rem karena empat truk besar melintang depanku karena aku dikejar waktu karena aku merebut waktu di by pass berdegup jantungku ketika engkau melintas jalan depanku tak peduli siapa aku di tengah lalu lintas macet karena ada tabrakan di ujung sana di by pass aku tahu engkau melengos sambil memperbaiki dudukmu di mobil ketika aku menghampirimu menengadahkan tangan barangkali bisa mengenal namamu di by pass siapa engkau siapa aku di by pass siapa aku siapa engkau mana aku tahu engkau tak tahu
di pojok halte itu dekat tikungan tak jauh dari got hitam berbau engkau menunggu mengamati setiap penumpang bus yang bergegas meloncat dari pintu belakang dan engkau gugup menerka siapa gerangan menyelinap naik dari pintu depan di setiap terminal aku mencoba memburumu adakah engkau itu yang berjalan cepat berusaha menangkap bayang-bayangku meski aku tak melihatmu dan engkau tak tahu siapa aku
(1975)


Komentar terakhir
Saya sangat mengharapkan komentar kawan-kawan.
Matur sembah nuwun. Pertama karena sud
Pu
Tak terbayang di b