SEBENTAR LAGI YA ALLAH, SEBENTAR LAGI
/ Budiman S. Hartoyo
Gumpalan awan menggantung di langit
terjuntai
di ujung hari
Berjuta ratap mengaum, menggamit
menggapai-gapai
matahari
Angin pusu-berpusu
ganti-berganti
dari bukit-bukit batu
Berkibas di sela-sela jutaan kaki
tapak-menapak
bergegas
Jutaan tangan lambai-melambai
berebut di ambang pintu-Mu
Sedu-sedan terisak
dalam nafas
desah mendesah
Nenek lusuh berkain lusuh
perempuan keriput wajahmu kuyu
dari mana kamu?
Ya, Rabbi
aku datang dari dusun, nun
di pelosok Tanah Jawi
Aku datang kepada-Mu, ya Allah
sendiri
Sibakkan tangan-tangan perkasa itu
ya Allah
Jangan lagi aku terpisah
dari Baitullah
Rinduku pada-Mu menyeretku
ke bawah duli Kaki-Mu
Larutkan daku dalam hangar-bingar itu
ya Allah
Cintaku pada-Mu melemparkanku
Bersimpuh di Rumah-Mu
aku mengais
aku menangis
aku mengemis
Sebentar lagi, ya Allah
sedikit lagi
kan kuelus dan kukecup
Batu Hitam-Mu
Sebentar lagi, ya Allah
sejengkal lagi
Sibakkan tangan-tangan itu
larutkan daku dalam hangar-bingar itu
sebentar lagi
sejengkal lagi
Gumpalan ratap menggapai kaki-Mu. Langit turun awan lepas terjuntai menggantung menghadang matahari. Angin ganti-berganti, pusu-berpusu dari bukit-bukit batu berkibas di sela-sela jutaan kaki yang bergegas menuju-Mu. Tangan-tangan lambai-melambai berebut salam di ambang Pintu-Mu. Sedu-sedan menyesak dalam nafas desah-mendesah….
Nenek lusuh berkain lusuh
matamu kering
matamu kosong
Perempuan keriput berwajah kuyu
mulutmu kering
mulutmu kosong
Sekali saja, ya Allah, sekali saja
ingin kukecup Batu Hitam-Mu
Tiada lagi kurindu pulang
Rinduku pada wajah-Mu
tiada kepalang
Wa adkhilnal jannata ma’al abrar
ya ‘Aziz
ya Ghaffar
ya Rabbal ‘alamin….
Nenek kuyu bermulut kelu
tidurlah lelap di Pangkuan-Ku
Kusambut dan Kudekap engkau
seperti janji-Ku padamu
Jangan lagi tersedu
jangan lagi tersedu
Segumpal ratap menggapai Kaki-Mu
segumpal jasad menggelepar di ambang Pintu-Mu
Ya, ayyatuhan nafsul muthma-innah
irji’i ila Rabbiki
radhiyyatan mardhiyyah
Fadkhuli fi ‘ibadi
wadkhuli jannati…
1992


Puisi-puisi Bapak indah dan menyentuh....
Oh ya, sekalian ngaturaken sugeng tanggap warsa, 5 Desember.
Semoga segala yang terbaik senantiasa terjadi pada Bapak, amien. (Comment this)
Matur sembah nuwun. Pertama karena sudah mampir ke situs web blog yang sederhana ini. Kedua karena saya merasa bahagia mendapat ucapan "tanggap warso". Iki mesti cah Solo utowo Ngayogyokarto. Tur mesti dari keluarga Jawa yang cukup "Jawa" mengingat mengerti istilah "tanggap warso" (ejaan yang bener dalam huruf Latin memang "tanggap warsa" - pakai huruf a, bukan o).
Silakan buka pula blog saya yang lain: http://budimanshartoyo.wordpress.com/.
Matur sembah nuwun. (Comment this)